TAUSYIAH

Khutbah Jum’at (8 Maret 2019/1 Rajab 1440 H.)

Oleh : Drs. Alam Semesta)

DSC08809

Dalam Surat Ibrahim ayat 7, Allah SWT Berfirman :

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ  ٧

Artinya :

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. ( Q.S. Ibrahim : 7)

Pada ayat tersebut Allah SWT berjanji dengan ditandai adanya huruf Lam taukid pada kalimah لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ yang merupakan penekanan / penguat yang berarti “niscaya/sungguh”. Namun demikian, ancaman untuk orang-orang yang enggan untuk bersyukur-pun amatlah pedih. Mereka yang enggan bersyukur adalah mereka yang menutup hatinya dari kebenaran, Maka mereka disebut dengan orang-orang yang kufur nikmat.

Dalam bebarapa ayat Al-Qur’an banyak menyinggung tentang perilaku kufur ini. Di antaranya Surat An-Nahl : 45-56, Al-Isra : 68-69 , Saba : 9 dan Al-Mulk : 16-17. Pada ayat-ayat ini Al-Qur’an membicarakan orang-orang yang tidak mau mendengar kebenaran-kebenaran yang disampaikan oleh Nabi dan Rasul yang telah  Allah utus untuk memberikan petunjuk kepada mereka.

 

Salah satu dari ayat-ayat tersebut adalah Surat An-Nahl ayat 45

أَفَأَمِنَ ٱلَّذِينَ مَكَرُواْ ٱلسَّيِّ‍َٔاتِ أَن يَخۡسِفَ ٱللَّهُ بِهِمُ ٱلۡأَرۡضَ أَوۡ يَأۡتِيَهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَشۡعُرُونَ  ٤٥

Artinya :

“Maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari”

Seperti yang kita ketahui, akhir-akhir ini kita menyaksikan banyak sekali bencana di negeri kita ini baik di darat maupun di laut. Saudara-saudara kita kehilangan rumah, harta benda, dan sebagainya. Bisa jadi ini adalah sebuah teguran atas perilaku menutup hati dari kebenaran.

Pada suatu saat Rasulullah menyampaikan sebuah kisah pada para sahabat dan hadir pada saat itu sayyidatuna Aisyah, Rasulullah menyampaikan bahwa Pada Zaman Nabi-nabi terdahulu pernah ada suatu bencana yang dahsyat dan menyapu habis suatu kaum. Sayyidatuna Aisyah lalu bertanya kepada Rasulullah. “Apakah mereka yang terkena bencana adalah orang pendosa dan ahli maksiat semuanya?” Rasulullah menjawab “Tidak, banyak sekali orang baik di situ. Hanya saja mereka menutup diri dari kebenaran yang dibawa oleh para Nabi. Bahkan ada diantaranya para Nabi di sisi mereka”

Selama ini mungkin kita merasa aman dari bencana dan berada di lingkungan orang-orang baik. Tapi ingatlah saudara, belajar dari banyak sejarah, bahwa banyaknya orang yang kufur telah meluluh lantakkan suatu kaum. Bahkan ketika ada orang-orang baik di dalamnya.

Rasulullah bersabda bahwa ketika Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah akan lapangkan dada (hati) nya untuk menerima kebenaran dari Allah melalui Rasul-Nya.

Semoga Allah memudahkan hati kita untuk memahami kebenaran-kebenaran dari Allah dengan harapan agar terhindar dari segala bentuk bencana baik di darat maupun di laut.

 

 

 

 

DAHSYATNYA SEDEKAH

KHUTBAH JUM’AT 23 FEBRUARI 2018

MENGAPA SULIT DEKAT DENGAN ALLAH?

Iklan